Ulat gemuk berbulu tutul..
Di kesunyian mencoba tersenyum,
sendirian dibawah mendung
langit merenung..
Ulat gemuk berbulu tutul,
di ujung dahan kering rapuh..
Melamun menyendiri ,
bersedih hati..
Ulat gemuk berbulu tutul,
ditinggalkan semakin jauh,
kawan kawan mencemooh,
bodoh..
Ulat gemuk berbulu tutul,
tersenyum kecut..
Diantara tanah tanah yang gersang,
terbakar amarah dendam bersarang..
Ulat gemuk berbulu tutul..
Berharap datang cahaya,
membuang cerita
Hilangkan gulita..
Ulat gemuk berbulu tutul..
Tak mampu mengubah rindu..
Tentang sebuah kisah,
tanpa amarah..
Ulat gemuk berbulu tutul..
Semakin kurus menciut,
ia lemah tak berdaya..
Termakan kebencian..
Takan seperti kawan yang lalu,
menjadi indah, kupu-kupu..
Ia kurus, tak terurus..
Pucat pasi,
seperti mati..
Tak mungkin ada bahagia..
Hanya derita..
Semua dendam dan penyesalan yang membara..
Menggelora, menghantui jiwa..
Sang ulat gemuk berbulu tutul, yang tak lagi gemuk dan bertutul..
dan inilah aku
disini, adalah semua hal yang benar benar murni kehidupanku. dan semoga ini bermanfaat....
Entri Populer
Jumat, 06 Mei 2011
Jumat, 14 Januari 2011
kisah si empat roti
halo ukhti dan akhi.
Kemarin ane berbincang dengan salah satu temen ane. Dan temen ane itu mengeluhkan tentang penampilannya yang membuatnya merasa kurang percaya diri. Bingung nih ane harus bilang seperti apa, coz ane juga sempet mengalaminya sih dan susah membereskannya.
Oh ya, saat itu, jam 4 sorean, ane nonton drama korea favorit ane, " Bread, Love, And dreams. ". Ceritanya keren banget. Banyak pesan yang dapat kita tangkap. Bagi yang belum tau, harap nonton deh. Hehe.
Yaaa.. Hari tersebut, filmnya bercerita tentang kompetisi tahap 1, para murid di toko roti. Dan pesertanya berjumlah 4 orang. Keempat orang peserta tersebut diharuskan membuat sebuah roti ori buatan dan ciptaan sendiri.
Nah.. Ane dapat pemikiran baru deh, buat nyelesein masalah temen ane itu dari ke empat roti dan dialog antar tokoh yang ada di film tersebut.
Begini ceritanya
terciptalah empat roti dari tangan yang berbeda. Roti tersebut memiliki keunikan tersendiri.
Terlihatlah Roti pertama, penuh warna, indah, dan baunya sangat wangi. Roti ini terbuat dari adonan yang lumayan sempurna dan dibuat dengan tehnik yang cukup baik. Tampilannya hampir sama dengan roti roti seperti biasanya. Namun sang pembuat menambahkan pelengkap seperti keju, mentega, dan yang lainnya agar terasa seperti nasi dan lakuknya yang mengenyangkan tiap orang yang memakannya. Namun sayang, terlalu banyak keju dan mentega yang ditambahkan sehingga roti tersebut berlemak dan ini membuat mulut tidak nyaman.
Mari kita analogikan roti tersebut sebagai manusia. Roti tersebut ibarat manusia yang sama dengan manusia yang lain. Namun ia ingin terlihat lebih dan lebih dari manusia yang lain. Ia ingin bisa menjadi seseorang yang dilihat dan berguna bagi yang lain dan hasilnya, ia begitu berguna. Namun sayang, sosok manusia ini dalam segala hal selalu berlebih. Dari hal yang terkecil sampai terbesar. Ia terlalu menyombongkan dirinya. Dan terkadang terlalu terobsesi melakukan sesuatu. Sehingga padasarnya ia tidak memperhatikan jumlah, kualitas, kuantitas, dan orang lain yang disekitarnya dibanding hal yang ia lakukan. Sehingga segala hal yang dilakukan terkadang tidak terkoordinir dengan baik. Dan hasilnya, apa yang ia lakukan terkadan menjadi sia sia. Manusia seperti ini juga terlalu mementingkan penampilan. Ia ingin terlihat lebih 'WAH' daripada orang lain. Karena kesombongannya, hal yang ia lakukan terkadang juga menjadi bumerang. Membuatnya terpuruk jatuh.
Roti kedua, inilah roti terindah dan tercantik yang pernah dibuat. Terbuat dari bahan yang berkualitas, dan dibuat dengan teknik yang luar bisa indah. Bahan bahan yang dimasukan adalah bahan bahan yang lumayan bernilai tinggi. Roti ini harum, dan sempurna. Sang pembuat, memaparkan bahwa roti ini adalah roti yang bila dimakan, bukan hanya mengenyangkan, roti ini dibuat semenarik mungkin agar orang yang memakannya melihat dan merasakan keindahan roti ini. Namun sayang, saat dimakan, tidak terasa kehangatan. Walau manis dan enak, didalam roti ini terasa dingin. Dan membuat orang yang memakannya tidak merasa kesenangan.
Manusia, bila diibaratkan seperti roti ini adalah manusia yang cantik/tampan, orang ini sangatlah anggun. Semua orang saat melihatnya selalu merasa kagum. Namun orang ini terlalu egois, dan angkuh. Ia tak pernah memperhatikan orang yang ada di sisinya. Ia tak peduli, apa yang dirasakan orang lain di sekitarnya. Yang terpenting orang lain mengagumi dan memuja kecantikannya.
Saking tak perdulinya hingga orang yang ada disekitarnya merasa tidak nyaman dan mulai tidak menyukainya.
Roti ketiga, roti ini terlihat cantik. Terbuat dari bahan yang baik, namun tampilannya tidak seperti roti lainnya. Roti ini dibuat dengan banyak modifikasi bentuk. Dengan mencampurkan bahan bahan dan dibubuhi hiasan kue tart. Kecantikannyapun bertambah. Masalah rasa, roti ini jempolan!!.... Apalagi, sang pembuat mengungkapkan bahwa roti ini adalah roti yang dibuat untuk memberi kehangatan. Bukan hanya mengenyangkan, tapi suguhan keindahan, rasa, aroma, dan bahkan kenyamanan bagi orang orang yang ada di sekitarnya.
Bila roti ini adalah sifat dari diri manusia, sifat ini adalah sifat yang paling baik. Manusia ini, akan senantiasa memodifikasi apa yang ada didalam dirinya. Walau awalnya ia kurang disukai, namun ia selalu berfikir kedepan. Ia mencoba beradaptasi, dan hasilnya, ia merubah diri. Sehingga orang yang ada disekitarnya selalu merasa nyaman.
Dan roti keempat, jangan tanya penampilannya..
Ini roti yang berpenampilan paling jelek diantara keempat roti. Bila dilihat, roti ini tidak menarik. Tapi, saat roti mulai disentuh, aroma yang terasa lebih harum dan sangat kuat dibanding roti yang lain. Walau dari luar teksturnya buruk, namun saat dimakan, sangat lembut. Dan membuat orang yang memakannya merasa bahagia. Karena, rasanya sangat menakjubkan, dan terasa kehangatan.. Walaupun, terbuat dari bahan sederhana, namun sang pembuat memiliki ketulusan. Menurutnya, roti ini adalah harapan. Roti ini dibuat berkat orang orang yang ada di sekitarnya.
ibarat manusia..
manusia yang walaupun dari luar nampak tidak meyakinkan namun memiliki hati yang sangat luarbiasa tulus.
semua orang yang ada disekitarnya akan merasa tenang bila berada di dekat orang seperti ini..
begitulah yang ane katakan kepada temen ane tadi.. dan semoga ia mengerti..
amiiin\
hehehehe
Kemarin ane berbincang dengan salah satu temen ane. Dan temen ane itu mengeluhkan tentang penampilannya yang membuatnya merasa kurang percaya diri. Bingung nih ane harus bilang seperti apa, coz ane juga sempet mengalaminya sih dan susah membereskannya.
Oh ya, saat itu, jam 4 sorean, ane nonton drama korea favorit ane, " Bread, Love, And dreams. ". Ceritanya keren banget. Banyak pesan yang dapat kita tangkap. Bagi yang belum tau, harap nonton deh. Hehe.
Yaaa.. Hari tersebut, filmnya bercerita tentang kompetisi tahap 1, para murid di toko roti. Dan pesertanya berjumlah 4 orang. Keempat orang peserta tersebut diharuskan membuat sebuah roti ori buatan dan ciptaan sendiri.
Nah.. Ane dapat pemikiran baru deh, buat nyelesein masalah temen ane itu dari ke empat roti dan dialog antar tokoh yang ada di film tersebut.
Begini ceritanya
terciptalah empat roti dari tangan yang berbeda. Roti tersebut memiliki keunikan tersendiri.
Terlihatlah Roti pertama, penuh warna, indah, dan baunya sangat wangi. Roti ini terbuat dari adonan yang lumayan sempurna dan dibuat dengan tehnik yang cukup baik. Tampilannya hampir sama dengan roti roti seperti biasanya. Namun sang pembuat menambahkan pelengkap seperti keju, mentega, dan yang lainnya agar terasa seperti nasi dan lakuknya yang mengenyangkan tiap orang yang memakannya. Namun sayang, terlalu banyak keju dan mentega yang ditambahkan sehingga roti tersebut berlemak dan ini membuat mulut tidak nyaman.
Mari kita analogikan roti tersebut sebagai manusia. Roti tersebut ibarat manusia yang sama dengan manusia yang lain. Namun ia ingin terlihat lebih dan lebih dari manusia yang lain. Ia ingin bisa menjadi seseorang yang dilihat dan berguna bagi yang lain dan hasilnya, ia begitu berguna. Namun sayang, sosok manusia ini dalam segala hal selalu berlebih. Dari hal yang terkecil sampai terbesar. Ia terlalu menyombongkan dirinya. Dan terkadang terlalu terobsesi melakukan sesuatu. Sehingga padasarnya ia tidak memperhatikan jumlah, kualitas, kuantitas, dan orang lain yang disekitarnya dibanding hal yang ia lakukan. Sehingga segala hal yang dilakukan terkadang tidak terkoordinir dengan baik. Dan hasilnya, apa yang ia lakukan terkadan menjadi sia sia. Manusia seperti ini juga terlalu mementingkan penampilan. Ia ingin terlihat lebih 'WAH' daripada orang lain. Karena kesombongannya, hal yang ia lakukan terkadang juga menjadi bumerang. Membuatnya terpuruk jatuh.
Roti kedua, inilah roti terindah dan tercantik yang pernah dibuat. Terbuat dari bahan yang berkualitas, dan dibuat dengan teknik yang luar bisa indah. Bahan bahan yang dimasukan adalah bahan bahan yang lumayan bernilai tinggi. Roti ini harum, dan sempurna. Sang pembuat, memaparkan bahwa roti ini adalah roti yang bila dimakan, bukan hanya mengenyangkan, roti ini dibuat semenarik mungkin agar orang yang memakannya melihat dan merasakan keindahan roti ini. Namun sayang, saat dimakan, tidak terasa kehangatan. Walau manis dan enak, didalam roti ini terasa dingin. Dan membuat orang yang memakannya tidak merasa kesenangan.
Manusia, bila diibaratkan seperti roti ini adalah manusia yang cantik/tampan, orang ini sangatlah anggun. Semua orang saat melihatnya selalu merasa kagum. Namun orang ini terlalu egois, dan angkuh. Ia tak pernah memperhatikan orang yang ada di sisinya. Ia tak peduli, apa yang dirasakan orang lain di sekitarnya. Yang terpenting orang lain mengagumi dan memuja kecantikannya.
Saking tak perdulinya hingga orang yang ada disekitarnya merasa tidak nyaman dan mulai tidak menyukainya.
Roti ketiga, roti ini terlihat cantik. Terbuat dari bahan yang baik, namun tampilannya tidak seperti roti lainnya. Roti ini dibuat dengan banyak modifikasi bentuk. Dengan mencampurkan bahan bahan dan dibubuhi hiasan kue tart. Kecantikannyapun bertambah. Masalah rasa, roti ini jempolan!!.... Apalagi, sang pembuat mengungkapkan bahwa roti ini adalah roti yang dibuat untuk memberi kehangatan. Bukan hanya mengenyangkan, tapi suguhan keindahan, rasa, aroma, dan bahkan kenyamanan bagi orang orang yang ada di sekitarnya.
Bila roti ini adalah sifat dari diri manusia, sifat ini adalah sifat yang paling baik. Manusia ini, akan senantiasa memodifikasi apa yang ada didalam dirinya. Walau awalnya ia kurang disukai, namun ia selalu berfikir kedepan. Ia mencoba beradaptasi, dan hasilnya, ia merubah diri. Sehingga orang yang ada disekitarnya selalu merasa nyaman.
Dan roti keempat, jangan tanya penampilannya..
Ini roti yang berpenampilan paling jelek diantara keempat roti. Bila dilihat, roti ini tidak menarik. Tapi, saat roti mulai disentuh, aroma yang terasa lebih harum dan sangat kuat dibanding roti yang lain. Walau dari luar teksturnya buruk, namun saat dimakan, sangat lembut. Dan membuat orang yang memakannya merasa bahagia. Karena, rasanya sangat menakjubkan, dan terasa kehangatan.. Walaupun, terbuat dari bahan sederhana, namun sang pembuat memiliki ketulusan. Menurutnya, roti ini adalah harapan. Roti ini dibuat berkat orang orang yang ada di sekitarnya.
ibarat manusia..
manusia yang walaupun dari luar nampak tidak meyakinkan namun memiliki hati yang sangat luarbiasa tulus.
semua orang yang ada disekitarnya akan merasa tenang bila berada di dekat orang seperti ini..
begitulah yang ane katakan kepada temen ane tadi.. dan semoga ia mengerti..
amiiin\
hehehehe
Langganan:
Postingan (Atom)